Aplikasi TIK dalam Sistem Keamanan Bangunan

Pendahuluan

Bangunan merupakan suatu kebutuhan primer bagi manusia dimana bangunan digunakan sebagai tempat perlindungan. Seiring perkembangan zaman bangunan yang tadinya hanya sebagai tempat perlindungan menjadi tempat dengan berbagai fungsi. Bagunan saat ini sudah banyak sekali dan di kelompokan menjadi beberapa kategori. Melihat judul di atas terapan yang saya maksudkan adalah melindungi isi di dalam suatu bangunan juga melindungi dari kemungkinan kerusakan.

Dalam sebuah bangunan akan ada banyak sekali penyebab kerusakan yang akan berakibat pada gagalnya bangunan tersebut sebagai tempat berlindung. Penyebab kerusakan yang mungkin terjadi misalnya: kebakaran, pencurian, dan gangguan cuaca serta kelalaian manusia (pemakai bangunan). Kelalaian dari manusia inilah yang menjadi pertimbangan pokok dalam perlindungan bangunan, karena dalam hal ini yang akan direncanakan adalah untuk mengurangi ataupun menghilangkan akibat dari kelalaian manusia. Kelalain yang mungkin terjadi saat kita meninggalkan bangunan tempat kita tinggal misalnya: lupa tidak mengunci pintu, lupa tidak menutup keran air, lupa tidak mematikan lampu, lupa tidak mematikan kompor, dsb.

Untuk merealisasikan ide tersebut kita memerlukan pengetahuan tentang sensor&transduser, mikrokontroler/mikroprosessor, piranti komunikasi dan webserver. Dengan menggabungkan beberapa pengetahuan yang telah disebut maka kita akan dapat merelisasikan ide dari judul diatas.

Teori Penunjang

1.     Piranti pendukung

Dalam sistem keamanan tentu piranti untuk membaca kondisi lingkungan adalah menjadi kunci pokok, piranti ini biasanya disebut dengan sensor. Dimana sensor merupakan piranti yang digunakan untuk mengubah dari suatu besaran fisis ataupun mekanis menjadi besaran listrik. Sensor dapat dikatakan sebagai suatu indera dimana sensor dapat mendeteksi suatu besaran tertentu. Dalam tulisan ini merujuk pada pendahuluan beberapa piranti pendukung yang perlu kita perhatikan untuk meminimalisir akibat dari kelalaian manusia adalah:

  1. Gas sensor / smoke sensor misalnya AF30

Merupakan piranti yang dapat membaca keberadaan suatu jenis gas dalam udara. Jenis gas yang terdeteksi adalah gas-gas yang berasal dari hasil pembakaran, piranti ini cocok untuk ditempatkan sebagai alarm untuk tanda kebakaran.

AF30

Gambar 1 Sensor Gas AF30

  1. PIR (Pyroelectric Infrared Radial Sensor) Model:D203B

Merupakan sensor yang berfungsi untuk membaca panas tubuh dari mahluk hidup. Sensor ini cocok di aplikasikan sebagai suatu alarm pencurian.

blog diagram sensor pir

Gambar 2 PIR

  1. Sensor pintu (paling sederhana dapat menggunakan limit switch atau dapat menggunakan fototransistor atau LDR)
  2. Sensor api misalnya TPA 81

tpa81

Gambar 3 Sensor Api TPA81

  1. Sensor untuk level air
  2. RTC (real time clock)

Piranti RTC merupakan device semikonduktor dimana didalamnya terdapat clock/jam yang dapat di akses oleh mikrokontroler/mikroprosessor. Piranti ini juga dapa di set agar berdetak sesiap satu detik atau beberapa dali dalam sau detik. Piranti ini akan sangat bermanfaat atau dapat dikatakan tanpa piranti ini sistem menjadi kurang sempurna.

Ds1307

Gambar 4 RTC DS1307

  1. Solenid

Solenoid merupakan aktuator dimana dapat berfungsi sebagai penarik atau sebagai penonjok, tergantung jenisnya. Device ini akan bermanfaat jika digunakan untuk pengunci pintu otomatis dimana dalam duari waktu tertentu setelah kita meninggalkan rumah jika ternyata kita lupa belum mengunci pntu maka device ini diaktifkan dan pintu terkunci secara otomatis.

  1. Keran elektrik, Relay/SSR dan aktuator pendukung lainnya.

2.     Rancangan sistem

Drawing1

Gambar 5 Diagram Blok Sistem

Dalam sistem ini semua sensor dan aktuator di baca dan dikendalikan oleh sebuah mikroprosessor/mikrokontroler. Dengan demikian maka semua informasi akan terkumpul oleh mikrokontroler. Dengan informasi yang terkumpul ini dimana didalamnya terdapat keadaan lingkungan yang telah dibaca oleh sensor, informasi ini kemudian dapat kita simpan dalam suatu media dapat berupa device terpasang atau lewat komunikasi melalui jaringan. Tentu agar informasi ini hanya dapat di lihat atau diakses dan dikendlikan oleh pengguna (admin) maka perlu diterapkan adanya suatu sistem proteksi (misalnya menggunakan password). Dengan failitas RTC yang terpasang maka secara otomatis tanpa kita minta mikroprosesor dapat dibuat agar selalu memperbaharui data dengan rentang waktu tertentu, misalnya data di update setiap satu detik.

Jika kita mengusai pemrograman sampai dengan komunikasi webservernya tentu juga hal ini tidak akan terlalu sulit untuk menambah fasilitas dimana kita dapat mengaktigkan atau mematikan piranti yang terdapat dalam gedung yang kita miliki dari manapun, kapanpun asalkan kita terkoneksi dengan jaringan.

Daftar pustaka:

AVR460: Embedded Web Server

http://tuxgraphics.org/electronics/200611/article06111.shtml

Komentar Pembaca

Komentar

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>