APLIKASI SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) GATEWAY PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK

Zaenurrohman

A.    Pendahuluan

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau yang dikenal dengan istilah Information and Communication Technology (ICT), telah merambah berbagai bidang kehidupan tidak terkecuali bidang pendidikan dan pengajaran (Ward & Peppard, 2003). Di sisi lain dengan adanya ICT proses transfer informasi dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu (Ward & Griffiths, 1996).

Sarana komunikasi berkembang dengan sangat pesat dan dengan mudah mendapatkan informasi baik dari telepon tabel, telepon seluler hingga satelit berkembang dengan sangat pesat (Ibrahim, 2010a). Sehingga dengan mudah bisa menikmati perkembangan teknologi komunikasi yang ditandai dengan kehadiran sejumlah piranti komunikasi mutakhir. Dengan perkembangan ICT setiap orang dapat mengolah, memproduksi serta mengirimkan ataupun menerima segala bentuk pesan komunikasi dimana saja dan kapan saja, seolaholah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu (Nurdiana, 2009). Salah satu fasilitas dari telepon seluler yang banyak di pakai saat ini adalah SMS.

Menurut Joko Triyono (2010) pada penelitian tentang pelayanan KRS On-Line berbasis SMS, SMS Gateway dapat dikembangan untuk penyebaran sistem informasi yang lebih cepat, tepat dan efisien. Pada penelitian tersebut sudah dihasilkan sebuah penyebaran sistem informasi KRS secara on-line, tetapi masih bersifat umum. Informasi hanya baru tentang waktu, KRS dan jadwal KRS. Sedangkan menurut Alexander Setiawan (2006) tentang perancangan dan pembuatan sistem layanan SMS untuk Biro Adminstrasi Akademik Universitas Kristen Petra, dikatakan bahwa SMS Gateway dapat digunakan pada keperluan administrasi akademik.

Walaupun sudah banyak beberapa penelitian tentang SMS Gateway pada bidang akademik, tetapi semua terbatas pada bidang informasi secara umum. Pengembangan sistem informasi monitoring tugas akhir berbasisi SMS Gateway di Fasilkom Unsri merupakan sistem yang memberikan layanan khusus kepada mahasiswa, dosen, adminstrasi jurusan dan ketua jurusan. Dengan sistem ini akan membentuk komunikasi interaktif, sehingga proses layanan informasi menjadi lebih mudah, cepat, efisien dan efektif. Penelitian ini juga didukung dengan semakin pesatnya perkembangan penggunaan telepon seluler di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan data sebanyak 70% dari total seluruh penduduk di Indonesia menggunakan telepon seluler atau sekitar 150 juta penduduk Indonesia menggunakan telepon seluler. Sedangkan menurut catatan Asosiasi Telepon Seluler (ATSI), yang disampaikan oleh Sarwoto Atmosutarno sebagai Ketua Umum ATSI, pada pembukaan FKI dan ICS 2010 Jakarta Convention Center, 14 Juli 2010 mengatakan bahwa sekitar 180 juta penduduk Indonesia sudah menjadi pelanggan seluler. Sedangkan menurut Muhammad Chandrataruna (2011) yang disampaikan di VIVAnews secara kontinyu terjadi pertumbuhan penjualan telepon seluler terus meningkat pada akhir 2010, seperti terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Penjualan Telepon Seluler

Post

Kenyataan ini dapat menjadi peluang bagi institusi pendidikan untuk menyelenggarakan proses penyampaian informasi dengan memanfaatkan perangkat bergerak sehingga penyampaian informasi lebih cepat, akurat, efisein dan efektif (Tozer, 1996).

Perkembangan ICT di bidang kumunikasi dan jumlah pengguna telepon seluler yang begitu banyak yang merupakan salah satu alasan kenapa diperlukannya suatu sistem baru yang berbasis SMS Gateway dalam penyampaian informasi. Berdasarkan pengamatan dan survei di Fasilkom Unsri dalam hal pengajuan proposal tugas akhir mahasiswa, mahasiswa harus melalui beberapa prosedur. Proposal yang telah disetujui oleh dosen pembimbing akan diserahkan ke bagian administrasi jurusan dan selanjutnya diserahkan ke Ketua Jurusan untuk diperiksa. Setelah proposal selesai diperiksa dikembalikan ke administrasi beserta status proposal apakah disetujui/direvisi/ditolak. Jika mahasiswa telah selesai menyelesaikan laporan tugas akhirnya, mahasiswa mendaftar ke administrasi jurusan untuk mengikuti ujian tugas akhir.

Kegiatan administrasi jurusan tersebut memiliki beberapa kendala dan terlihat kurang efisien, dan tidak efektif. Hal ini terlihat seperti sistem informasi masih belum dapat melacak posisi proposal saat dalam proses pengajuan hingga selesai, sehingga menyebabkan mahasiswa harus sering ke kampus untuk menanyakan status proposalnya, dan untuk melihat jadwal ujian akhir. Selain itu administrasi harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua Jurusan jika ada mahasiswa yang menanyakan status proposalnya. Akibatnya kinerja administrasi terlihat kurang efektif.

Berdasarkan kendala diatas dikembangkan proses informasi di jurusan dan di kolaborasikan dengan telepon seluler, sehingga dapat menghasilkan suatu aplikasi atau perangkat lunak yang dapat membantu administrasi jurusan seperti: (1) memberikan status proposal tugas akhir mahasiswa, (2) memberikan informasi jadwal seminar kepada mahasiswa, (3) mengingatkan mahasiswa yang proposalnya sudah di terima tapi belum di proses. Selain itu dosen pembimbing dapat mengingatkan atau menginformasikan kepada mahasiswa bimbingannya agar segera untuk menyelesaikan tugas akhir, memotivasi dan memberi support kepada mahasiswa. Kelebihan yang lain pada sistem yang akan dibuat adalah dapat mengirimkan SMS balasan atau request status proposal mahasiswa, mengirimkan SMS jadwal ujian tugas akhir, mengirimkan SMS early message kepada mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji bahwa ujian akan dimulai satu jam lagi, mengirimkan SMS nilai ujian akhir mahasiswa. Dengan demikikan model sistem informasi menjadi lebih interaktif baik antar administrasi ke mahasiswa, mahasiswa ke dosen pembimbing, mahasiswa ke Ketua Jurusan, sehingga dengan adanya perangkat lunak sistem informasi monitoring tugas akhir berbasis SMS Gateway di Fasilkom Unsri dapat mempersingkat waktu dalam memperoleh dan memberikan informasi.

B.    Teknologi Informasi Komunikasi

Ellul (dalam Miarso, 2004) seorang sosiolog Perancis, mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Dalam buku yang sama, Gary J. Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi manusia. Teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang sesuai dengan budaya masyarakat yang bersangkutan.

Teknologi komunikasi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Proses itu harus rasional dan efisien,
  2. Harus menyistem, karena dalam pengertian sistem segala sesuatu akan  mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya,
  3. Harus bersistem, yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif, efisien dan serasi,
  4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan,
  5. Mengarah pada pemecahan masalah bersama,
  6. Memadukan berbagai prinsip, konsep dan gagasan,
  7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan (lokal, nasional, maupun internasional) untuk mencapai tujuan.

Teknologi ini telah berkembang dengan pesat dengan dikembangkannya satelit komunikasi dan serat optik yang mampu mentransmisikan pulsa dengan kecepatan cahaya (Ibrahim, 2010b).

Era teknologi informasi ditandai dengan kemudahan dan kecepatan aliran informasi dari satu komunitas ke yang lainnya. Salah satu produk teknologi adalah telekomunikasi menggunakan perangkat telepon atau telepon seluler. Didalamnya terdapat sebuah metode komunikasi yang dinamakan Short Message Service (SMS) yaitu sebuah konsep pengiriman informasi berbasis teks (Dewanto, 2007).

Seiring dengan perkembangannya, SMS tidak hanya digunakan untuk mengirimkan atau bertukar informasi antara dua orang yang saling mengenal atau membutuhkan, SMS sudah mulai digunakan untuk berhubungan antara seseorang dengan sistem sesuai dengan kebutuhan (Adil, 2009).

C.     Short Message Service (SMS)

Short Message Service (SMS) adalah salah satu komunikasi teks melalui telepon seluler. SMS merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan saat ini. Selain murah, prosesnya juga berjalan cepat dan langsung sampai pada tujuan, tetapi selama ini SMS baru digunakan sebatas untuk mengirim dan menerima pesan antara sesama pemilik telepon seluler (Khang, 2002). Kemudahan penggunaan, variasi layanan, dan promosi yang cukup gencar dari operator seluler menjadikan SMS sebagai layanan yang sangat populer di masyarakat khususnya kalangan mahasiswa (Smith, 2005). Seiring dengan perkembangan teknologi dan kreativitas operator dan service provider, layanan SMS yang mulanya hanya untuk saling kirim pesan antara subscriber, kini berkembang dan lebih variatif, seperti layanan jajak pendapat, ringtone, SMS premium, mobile banking, ticketing dan layanan pendidikan.

SMS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan informasi dan komunikasi. Salah satu contoh konkritnya adalah seorang user FaceBook, bisa mengubah dan membaca status melalui SMS (Dewanto, 2007). SMS adalah suatu fasilitas untuk mengirim dan menerima suatu pesan singkat berupa teks melalui telepon seluler. Salah satu kelebihan SMS adalah biaya yang murah. Selain itu SMS merupakan metode store and forward sehingga keuntungan yang didapat adalah pada saat telepon seluler penerima tidak dapat dijangkau, tidak aktif atau diluar service area, penerima tetap dapat menerima SMS apabila telepon seluler sudah aktif kembali.

Menurut Khang (2002) SMS merupakan fitur layanan GSM, dan merupakan teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaaan pesan dalam bentuk teks. Data yang dapat dibawa oleh SMS sangat terbatas. Satu pesan SMS dapat memuat: (a) maksimum 160 karakter 7-bit, (b) maksimum 140 karakter 8- bit, (c) maksimum 70 karakter 16-bit Unicode. Selain teks, SMS juga dapat memuat data biner, misalnya logo, ringtone, business card (cCard) dan konfigurasi Wireless Application Protocol (WAP) (Nurdiana, 2009).

Dalam teknologi SMS terdapat istilah SMS Center (SMSC). SMSC bertugas untuk menangani SMS. Saat suatu SMS dikirim dari telepon seluler, SMS tersebut akan diterima oleh SMSC, kemudian SMSC akan meneruskan ke telepon seluler tujuan. Umumnya suatu operator mempunyai SMSC sendiri yang tersimpan pada SIM Card operator tersebut. Hal-hal lain yang terdapat pada teknologi SMS untuk memberikan informasi mengenai pengiriman dan penerimaan adalah Message Status Report, Message Submission Report dan Message Delivery Report (Setiawan, dkk, 2006).

D.    SMS Gateway

Salah satu model komunikasi yang handal saat ini adalah pesan pendek (SMS). Implikasinya, salah satu model komunikasi data yang bisa dipakai adalah SMS (Fikri, 2007). SMS Gateway merupakan perangkat penghubung antara pengirim SMS dengan basis data. Perangkat ini terdiri satu set PC, telepon dan program aplikasi. Program aplikasi ini yang akan meneruskan setiap request dari setiap SMS yang masuk dengan melakukan query ke dalam basis data, kemudian diberi respon dari hasil query kepada si pengirim (Zahra, 2011). Artinya, SMS tersebut harus bisa melakukan transaksi dengan basis data. Untuk itu perlu dibangun sebuah sistem yang disebut sebagai SMS Gateway. Pada prinsipnya, SMS Gateway adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi seluler yang diintegrasikan untuk mendistribusikan pesan-pesan yang di generate lewat sistem informasi melalui media SMS yang ditangani oleh jaringan seluler (Triyono, 2010).

E.    Cara Kerja SMS Gateway

Mekanisme kerja pengiriman SMS dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

1. Intra-operator SMS: pengiriman SMS dalam satu operator.

SMS yang dikirimkan oleh pengirim akan terlebih dahulu masuk ke SMSC operator nomor pengirim, kemudian SMSC akan mengirimkan ke nomor yang dituju secara langsung. Penerima kemudian akan mengirimkan delivery report yang menyatakan bahwa SMS telah diterima ke SMSC. SMSC kemudian meneruskan report tersebut ke nomor pengirim SMS, disertai status proses pengiriman SMS tersebut (Yunianto, 2006).

2. Inter-operator SMS: pengiriman SMS antar operator yang berbeda.

Yang membedakan adalah mekanisme ini terdapat dua SMSC yaitu SMSC pengirim dan SMSC penerima. SMS yang dikirim akan masuk ke SMSC pengirim dan diteruskan ke SMSC penerima, setelah itu SMS dikirimkan ke telepon seluler tujuan. Demikian juga dengan delivery report akan diterima terlebih dahulu oleh SMSC penerima, kemudian diteruskan ke SMSC pengirim SMS. Komunikasi antar SMSC dapat berjalan jika telah terdapat kesepakatan kerja sama antaroperator tersebut, jika tidak terdapat kesepatakan akan menyebabkan SMS yang dikirim dengan nomor tujuan dengan operator berbeda tidak akan sampai pada nomor tujuan yang dituju (Yunianto, 2006).

3. SMS Internasional: pengirim SMS dari operator suatu negara ke negara lain.

SMS internasional pada hakekatnya sama dengan mekanisme inter-operator, yang membedakan hanya pada SMSC nomor penerima adalah SMSC operator luar negeri dan perlu pembambahan kode negara pada nomor tujuan penerima SMS.

 F.     Kemampuan SMS Gateway.

SMS Gateway menjadi alternatif penting dalam penyebaran informasi dengan alasan:

  1. Memperbesar skala aplikasi teknologi informasi dengan menggunakan komunikasi SMS interaktif.
  2.  Menyediakan aplikasi kolaborasi komunikasi SMS berbasis web untuk penggunaa institusi pendidikan.
  3. Menjangkau konsumen maupun pengguna jasa layanan institusi secara mudah menggunakan komunikasi SMS interaktif.

 G.    Arsitektur dan Diagram Alir Sistem

Gambar 1 merupakan gambar dari arsitektur sistem yang akan dibangun. Pada gambar tersebut dapat dilihat siklus dari pengumpulan proposal tugas akhir sampai dengan penerimaan jadwal sidang tugas akhir, secara detailnya adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa membuat proposal tugas akhir dan dilanjutkan mengumpulkan proposal tugas akhir ke administrasi jurusan.
  2. Administrasi jurusan akan menyerahkan proposal tugas akhir kepada Ketua Jurusan. Ketua jurusan akan membahas proposal dengan beberapa dosen. Ketua jurusan memberikan status proposal, apakah diterima (tanpa revisi), diterima (dengan revisi) atau ditolak. Administrasi melalui sistem akan menginformasikan kepada mahasiswa tentang status proposal melalui SMS, yang dikirm dari sistem. Seandainya diterima dengan revisi maka administrasi akan menginformasikan batas waktu revisinya.
  3. Selain itu bagi mahasiswa yang belum mendapatkan informasi status proposalnya bisa langsung SMS dengan telepon dan akan langsung diterima oleh administrasi jurusan, dan administrasi jurusan bisa langsung membalas dan langsung di terima oleh mahasiswa.
  4. Dosen pembimbing bisa memberikan informasi kepada mahasiswa bimbingannya, selain itu dosen pembimbing juga bisa saling berkomunikasi dengan mahasiswa bimbingan melalui SMS dan sistem yang di bangun.
  5. Administrasi juga bisa memberikan informasi kepada dosen pembimbing tentang jadwal seminar, jadwal sidang tugas akhir.

post1

Gambar 1. Arsitektur sistem informasi monitoring tugas akhir

H.    Referensi

Adil, R. 2009, “Sistem Informasi Via SMS Gateway Antara Pihak Kepolisian dengan Pengemudi”, Telkomnika, Vol. 7 No. 2, Agustus 2009, pp 119-128.

Dewanto, 2007, “Aplikasi SMS Gateway dengan Koreksi Kesalahan Menggunakan Fuzzy String Matching”, Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007),Yogyakarta 16 Juni 2007.

Ibrahim, A. 2010a, “Sistem Pemesanan Kamar Hotel Berbasis WAP”, Jurnal Sistem Informasi, Fasilkom Unsri Vol. 2.

Ibrahim, A. 2010b, “Sistem Pemesanan Tiket Pesawat Berbasis Web”, Jurnal Sistem Informasi, Fasilkom Unsri, Vol. 3.

Nurdiana, D. 2009, “Kamus Digital (Inggris-Indonesia/Indonesia-Inggris) Berbasis SMS Gateway”, Prosiding Seminar Program Studi Ilmu Komputer,

Khang, B. 2002, Trik pemrograman aplikasi berbasis SMS, Jakarta: Elex Media Komputindo.

Smith, M. 2005, Information Technology Portfolio, Public Disclosure Commission, USA.

Tozer, E. 1996, Strategic IS/IT Planning, Professional Edition, Betterworth- Heinemann, Boston, USA.

Universitas Pendidikan Indonesia. Triyono, J. 2010, “Pelayanan KRS On-line berbasis SMS”, Jurnal Teknologi, Vol. 3 No. 1, Juni 2010, pp 33-38.

Yunianto, 2006, Info Linux Buku Mini Membangun Aplikasi SMS Gateway di Linux, Jakarta: Dian Rakyat.

Ward, J. & Griffiths, P. 1996, Strategic Planning For Information System, 2nd Edition, John Wiley & Son, Chicester, USA.

Ward, J. & Peppard, J. 2003, Strategic Planning For Information System, 3rd Edition, John Wiley & Son, Chicester, USA.

Zahra, 2011, Sistem Pendaftaran Pelatihan di Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Universitas Sebelas Maret Menggunakan SMS Gateway, Program Diploma III Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret.

Komentar Pembaca

Komentar

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>